Jumat, 07 Desember 2012

Seribu Cita-Cita

Wah-wah-wah....
Lagi-lagi cita-cita Justin berubah !
Padahal kemarin masih ingin jadi Dokter
Tiap hari ini Justin bilang ingin jadi Polisi

"Hihihi...."
Monic, kakak Justin, tertawa geli
"Banyak sekali cita-citamu, Justin
"Tahun lalu kau ingin jadi Guru,
"Bulan yang lalu kau ingin jadi Penari,
"Dua minggu yang lalu kau ingin jadi Penyanyi,
"Dan seminggu yang lalu kau malah ingin jadi Artis."

"Memangnya tak boleh punya banyak cita-cita?"
tanya Justin pada Monic
"Tentu saja tak boleh, cita-cita kan cukup satu saja."

Justin murung.
Dan ini membuat Monic bingung.
Monic pun menceritakannya pada Mama dan Papa,
Karena ia ingin agar Justin kembali ceria.

"Tak apa-apa jika punya banyak cita-cita." Kata Papa.
"Tapi sebaiknya memang jangan suka ganti-ganti,
Agar cita-citanya bisa diperjuangkan dengan sepenuh hati."

"Tapi Justin masih anak-anak,
Jadi wajar saja kalau punya cita-citya yang sangat banyak.
Dulu, Monic kan juga pernah ingin jadi koki dan balenia.
Bahkan Monic juga ingin jadi peneliti dan tentara wanita,"
tambah Mama pada Monic.
"Ada yang bisa jadi penyanyai, penari, dan penulis.
Ada juga yang bisa jadi pengusaha, pemain flim, sekaligus pelukis.
Yang penting semuanya dilakukan dengan senang dan sepenuh hati."
Monic pun mengangguk-angguk nmengerti.
"Justin, kau boleh punya banyak cita-cita!" seru Monic "Benarkah ? Asyiikkkk ! Kalau begitu aku mau punya seribu cita-cita!"
Justin melonjak-lonjak gembira. Monic pun tertawa lega.
Karena Justin kini sudah kembali ceria.

Dikutip dari Majalah Bobo 

1 komentar: