Wah-wah-wah....
Lagi-lagi cita-cita Justin berubah !
Padahal kemarin masih ingin jadi Dokter
Tiap hari ini Justin bilang ingin jadi Polisi
"Hihihi...."
Monic, kakak Justin, tertawa geli
"Banyak sekali cita-citamu, Justin
"Tahun lalu kau ingin jadi Guru,
"Bulan yang lalu kau ingin jadi Penari,
"Dua minggu yang lalu kau ingin jadi Penyanyi,
"Dan seminggu yang lalu kau malah ingin jadi Artis."
"Memangnya tak boleh punya banyak cita-cita?"
tanya Justin pada Monic
"Tentu saja tak boleh, cita-cita kan cukup satu saja."
Justin murung.
Dan ini membuat Monic bingung.
Monic pun menceritakannya pada Mama dan Papa,
Karena ia ingin agar Justin kembali ceria.
"Tak apa-apa jika punya banyak cita-cita." Kata Papa.
"Tapi sebaiknya memang jangan suka ganti-ganti,
Agar cita-citanya bisa diperjuangkan dengan sepenuh hati."
"Tapi Justin masih anak-anak,
Jadi wajar saja kalau punya cita-citya yang sangat banyak.
Dulu, Monic kan juga pernah ingin jadi koki dan balenia.
Bahkan Monic juga ingin jadi peneliti dan tentara wanita,"
tambah Mama pada Monic.
"Ada yang bisa jadi penyanyai, penari, dan penulis.
Ada juga yang bisa jadi pengusaha, pemain flim, sekaligus pelukis.
Yang penting semuanya dilakukan dengan senang dan sepenuh hati."
Monic pun mengangguk-angguk nmengerti.
"Justin, kau boleh punya banyak cita-cita!" seru Monic "Benarkah ? Asyiikkkk ! Kalau begitu aku mau punya seribu cita-cita!"
Justin melonjak-lonjak gembira. Monic pun tertawa lega.
Karena Justin kini sudah kembali ceria.
Dikutip dari Majalah Bobo
Real Dirga Adi Daya
JANGAN PERNAH PERCAYA DENGAN OMONGAN ORANG LAIN, SEBELUM KAMU MEMBUKTIKANNYA
Jumat, 07 Desember 2012
Sabtu, 01 Desember 2012
Jumat, 30 November 2012
Menghitung Waktu
Perayaan Tahun Baru memang tak lengkap tanpa terompet, petasan, dan kembang api. Tapi ada yang lebih penting lagi dari semua itu, lho. Coba tebak, benda apa yang paling penting ketika pergantian tahun? Jawabannya tentu saja jam, sang penunjuk waktu.Dulu, sebelum ada jam, Matahari digunakan sebagai penunjuk waktu. Ketika Matahari terbit, orang-orang bangun pagi dan bekerja. Saat Matahari ada di atas kepala, mereka menikmati makan siang. Lalu saat Matahari terbenam, mereka kembali ke rumah. Hmm, lalu bagaimana kalau Mataharinya tertutup awan? Hehehe...
Manusia lalu membuat mesin pengukur waktu. Tik tak tik tak... begitulah bunyinya. Mesin ini terdiri dari rangkaian roda-roda kecil bergigi. Roda-roda tersebut bersentuhan dengan gigi pada roda lainnya. Saat roda-roda berputar maka jarum penunjuk, detik, menit, serta jam akan bergerak. Nah, sumber tenaga penggeraknya tentunya berbeda-beda. Dulu, ada jam yang berputar sendiri. Penggerak jarum jamnya adalah tangan kita sendiri. Setiap tangan kita bergerak, roda-roda di dalam jam akan ikut bergerak. Jam tangan dan jam dinding sekarang sudah memakai beterai sebagai sumber tenaganya.
Kalau jam yang menggunakan jarum lebih berisik, jam digital nyaris tak bersuara. Jam digital menunjukkan waktu dalam bentuk angka. Jam jenis ini sangat teliti dalam menghitung waktu. Pada setiap mesin pengukur waktu berlaku perhitungan yang sama. Dalam sehari ada 24 jam. Pukul 1 sampai 12 siang, lalu berlanjut pukul 13 sampai 24 tengah malam. Kamu pasti tahu kalau dalam 1 jam ada 60 menit. Dalam 1 menit ada 60 detik. Angka 60 ini berlaku sejak lima ribu tahun lalu karena banyak angka dapat dibagi habis oleh angka 60. Pada jam tangan atau jam dinding digital, jam 24 dinyatakan dalam angka 00.Nah, sudah siap menghitung mundur detik-detik pergantian waktu? 5, 4, 3, 2, 1 ! SELAMAT TAHUN BARU 2014 !
Dikutip dari Majalah Bobo
Langganan:
Komentar (Atom)